Tebar Kebaikan di Ramadhan, Kasoem Vision Care Donasikan Kacamata Gratis

Tebar Kebaikan di Ramadhan, Kasoem Vision Care Donasikan Kacamata Gratis

Kasoem Vision Care memberikan donasi kacamata gratis kepada masyarakat kurang mampu yang berlangsung sejak 23 April hingga 2 Mei 2021. Kegiatan Brand Social Responsibility di Ramadan ini digelar di seluruh store Kasoem Vision Care.

Deputy Chief Executive Officer Kasoem Vision Care, Trista Mutia Kasoem mengatakan, momentum Ramadhan ini merupakan waktu yang tepat untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan sesuai dengan value company Kasoem Vision Care, yakni HELP (Harmony, Excellent in Science, Loyalty and Professional).

“Kegiatan ini akan kami lakukan secara rutin di seluruh cabang sekaligus memperkenalkan Kasoem Vision Care sebagai penyedia layanan Vision Care pertama dan satu-satunya di Indonesia,” katanya kepada media melalui keterangan tertulis, Selasa (4/5/2021).

Ia berharap, pada kegiatan ini para penerima donasi bisa mendapatkan penglihatan yang optimal dan bisa memberikan review terhadap layanan pemeriksaan mata yang lengkap dan berkelanjutan sekaligus mengenalkan tentang apa itu vision care dan bisa merasakan perbedaannya.

Pada momentum spirit Ramadan kali ini, Kasoem Vision Care menggandeng brand Hoya Lens Indonesia, untuk berkolaborasi dalam program ini.

Managing Director, Dodi Rukminto mengaku sangat senang bisa berpartisipasi dalam acara ini. Harapannya, acara ini bisa barokah dan bermanfaat untuk semuanya.

Di kondisi pandemi Covid-19 saat ini, banyak pihak yang melakukan aktivitas secara daring (online), mulai dari sekolah hingga kerja semuanya berhadapan dengan layar di gadget.

“Untuk itu, agar mata tetap terawat kami mempunyai campaign 20:20:20, yakni melihat layar selama 20 menit, wajib melihat 20 feet (6 meter) selama 20 detik. Dengan adanya tips tersebut diharapkan kesehatan mata kita menjadi tetap terjaga,” katanya.

 

source : https://nasional.sindonews.com/read/417748/15/tebar-kebaikan-di-ramadhan-kasoem-vision-care-donasikan-kacamata-gratis-1620111950

Kasoem Hearing Donasi Alat Bantu Dengar ke Masyarakat Tidak Mampu

Kasoem Hearing Donasi Alat Bantu Dengar ke Masyarakat Tidak Mampu

Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak 1989, Kasoem Hearing Center memiliki komitmen yang besar untuk membantu dan memberikan solusi terhadap masalah gangguan pendengaran bagi masyarakat di Indonesia.

Deputy Chief Executive Officer Kasoem Hearing Center, Trista Mutia Kasoem menjelaskan, saat ini pihaknya memberikan donasi alat bantu dengar kepada masyarakat yang membutuhkan. Utamanya bagi mereka yang tidak mampu.

“Dengan donasi ini, harapannya Kasoem bisa menjadi bagian penting dalam membantu pemerintah menanggulangi masalah gangguan pendengaran ini,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (9/3/2021).

Setidaknya, dengan upaya ini, masyarakat Indonesia dapat memperoleh solusi dalam mengatasi masalah pendengaran serta mendapatkan pelayanan terbaik dalam penanganan gangguan pendengaran yang dilakukan oleh tenaga profesional dan terstandarisasi serta ditunjang dengan peralatan diagnostik yang lengkap.

Sementara, Dr. Rosa Falerina Sp.THT KL, perwakilan dari Perhati cabang Jawa Timur Utara mengatakan, berdasarkan data dari Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terdapat sembilan provinsi di Indonesia dengan angka prevalensi gangguan pendengaran melebihi angka nasional (2,6 persen).

“Salah satu dari sembilan provinsi itu adalah Jawa Timur. Oleh karena itu, penting sekali deteksi gangguan pendengaran dan memberikan solusi untuk gangguan pendengaran dengan cara menggunakan alat bantu dengar,” katanya.

Dalam hal ini, Perhati cabang Jawa Timur Utara bekerja sama dengan Kasoem Hearing Center dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur. Harapannya, upaya ini bisa menjadi awal yang baik untuk membantu mengurangi masalah gangguan pendengaran, khususnya di Jawa Timur.

“Karena dampak yang ditimbulkan akibat gangguan pendengaran cukup luas dan berat jika tidak ditangani dengan tepat, yaitu mengganggu perkembangan kognitif, psikologi dan sosial,” jelasnya.

Untuk itu, kesadaran mengenai dampak gangguan pendengaran sangat penting untuk terus ditingkatkan agar masyarakat di Indonesia mengetahui solusi yang tepat untuk penanganan masalah gangguan pendengaran.

Untuk diketahui, hasil Riskesdas pada 2013 menunjukan, 2,6 persen penduduk Indonesia usia 5 tahun ke atas mengalami gangguan pendengaran, 0,09 persen mengalami ketulian, 18,8 persen ada sumbatan serumen, dan 2,4 persen ada sekret di liang telinga. Ini menunjukkan, gangguan pendengaran masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia.

 

source : https://indoposco.id/kasoem-hearing-donasi-alat-bantu-dengar-ke-masyarakat-tidak-mampu/

Beatrix Purba Tampil di Ajang Cochlear Got Talent Asia Pasifik, Dapat Dukungan Kasoem Hearing Center

Beatrix Purba Tampil di Ajang Cochlear Got Talent Asia Pasifik, Dapat Dukungan Kasoem Hearing Center

Beatrix Purba mewakili Indonesia di ajang Cochlear Got Talent tingkat Asia Pasifik setelah sebelumnya menjuarai tingkat asia tenggara dan tingkat nasional. Ajang ini diakukan sampai dengan 13 Mei 2021 dengan melawan juara-juara dari negara Asia Pasific seperti Korea Selatan, India, dan Malaysia dan lain-lain.

Ajang online ini adalah acara pertama dan terbesar untuk anak-anak pengguna cochlear implant. Kasoem Hearing Center mendukung Beatrix Purba sebagai wakil dari Indonesia.

Managing Director Kasoem Hearing Center, Trista Mutia Kasoem mengaku senang Beatrix purba bisa membawa nama Indonesia ke kancah internasional.

“Yang patut diperhatikan adalah kami selaku hearing center pertama yang memiliki konsep one stop solution memiliki kewajiban atau komitmen agar anak-anak seperti Beatrix bisa meraih impian dan cita-cita mereka,” katanya kepada media, Senin (10/5/2021).

Beatrix Purba mewakili Indonesia di ajang Cochlear Got Talent tingkat Asia Pasifik setelah sebelumnya menjuarai tingkat asia tenggara dan tingkat nasional
Beatrix Purba mewakili Indonesia di ajang Cochlear Got Talent tingkat Asia Pasifik setelah sebelumnya menjuarai tingkat asia tenggara dan tingkat nasional (istimewa)

Tentu itu dilakukan dengan memberikan support agar mereka bisa seperti anak-anak normal lainnya. Dengan begitu, pihaknya mengajak untuk mendukung Beatrix dengan ikut memberikan vote kepada Beatrix di halaman page Facebook cochlear Asia Pasific hingga 13 Mei 2021 dan tunjukan bahwa anak-anak Indonesia dengan gangguan dengar bisa bebas mendengar, bebas berbicara dan bisa meraih mimpi mereka.

Di video lomba itu Beatrix purba terlihat sangat piawai memainkan piano dan bernyanyi, yang seharusnya untuk anak dengan gangguan dengar akan sulit untuk dilakukan.

Alhasil, pada lomba CGT itu, Beatrix berhasil menjadi juara tingkat pertama dan kedua hingga saat ini babak final di tingkat Asia Pasific. Ini menjadi bukti bahwa solusi gangguan pendengaran seperti cochlear implant berperan penting untuk perkembangan bicara anak dengan gangguan dengar.

Orang tua Beatrix, dr. Anggy Rajagukguk sempat kaget karena video beatrix viral di sosial media, “Ya anak saya dari lahir didiagnosa gangguan dengar berat,” ujar dr Anggie, ibu Beatrix saat dikonfirmasi, akhir pekan kemarin.

Beatrix sendiri baru diketahui mengalami gangguan pendengaran berat yang saat berusia 1 tahun. Untuk bisa tetap beraktivitas normal, ia menggunakan alat bantu dengar dan melakukan operasi cochlear implant atau rumah siput di usia 1 tahun 10 bulan. proses panjang perjuangan orang tuanya terlihat jelas di video tersebut.

Mulai dari terapi bicara, mapping hingga pengorbanan ibunya yang seorang dokter harus berhenti bekerja agar buah hatinya bisa berbicara dan mendengar seperti anak normal pada umumnya.

Namun, siapa sangka, dengan keterbatasan tersebut, semangat Beatrix untuk berprestasi tetap tak terbendung. Saat ini, Beatrix mewakili Indonesia pada ajang perlombaan di tingkat internasional.

“Jujur sangat kaget sekaligus bangga, karena saya tidak menyangka Beatrix bisa ikut lomba fase ke 3 yang mewakili Indonesia di perlombaan Cochlear Got Talent (CGT) se-Asia Pasific,” katanya.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Beatrix Purba Tampil di Ajang Cochlear Got Talent Asia Pasifik, Dapat Dukungan Kasoem Hearing Center, https://jakarta.tribunnews.com/2021/05/10/beatrix-purba-tampil-di-ajang-cochlear-got-talent-asia-pasifik-dapat-dukungan-kasoem-hearing-center.

Pendengaran Anak Terganggu, Perkembangan Bicara Pun Ikut Terhambat

Pendengaran Anak Terganggu, Perkembangan Bicara Pun Ikut Terhambat

Indra pendengaran sangat berpengaruh besar proses perkembangan bicara anak. Jika pendengaran anak terganggu, perkembangan bicara anak bisa terhambat.

Hal itu dikatakan Dokter Spesialis Telinga, Hidung Tenggorokan-Bedah Kepala Leher Siti Faisa Abiratno dalam Webinar Profesional bertema “Penatalaksanaan Gangguan Dengar pada Anak” yang diselenggarakan oleh Perhati KL Cabang Sumatera Utara dan Kasoem Hearing Center.

“Terkadang orangtua beralasan anak belum bisa bicara karena belum waktunya atau karena lidahnya pendek. Ini yang menyebabkan penanganan terlambat,” ujar Siti dalam rilis yang diterima SP, Kamis (25/3).

Menurut Siti Faisa, faktor pendukung proses perkembangan bicara anak adalah masuknya stimulus kata-kata atau kalimat di telinga yang diteruskan via jalur saraf pendengaran ke pusat pendengaran di otak.

“Di sini suara atau kata-kata di interpretasi dan disimpan untuk dasar perkembangan berbicara lebih lanjut,” ujarnya.

Siti mengatakan masalah kemampuan mendengar merupakan hal yang penting dalam perkembangan proses berbicara pada anak. Dimulai dengan anak faham apa yang didengar. Masalah gangguan dengar pada anak sering tidak disadari oleh para orangtua.

“Anak yang kurang responsif terhadap bunyi di sekitar atau apabila dipanggil tidak respons, dianggap oleh karena anak ‘cuek’ padahal kemungkinan ada masalah kurang dengar,” tambah Siti.

Siti Faisa yang juga menjadi dokter konsultan di Kasoem Hearing Center mengungkapkan, perkembangan bicara anak dapat juga dipengaruhi oleh status mental, kesehatan anak dan lingkungan. Anak yang sering dirawat di rumah sakit karena sakit, bisa menghambat perkembangan bicara pada anak.

“Jadi masalah gangguan dengar bukan saja input pendengaran yang terganggu, tetapi juga masalah ‘auditory feedback’. Masalah gangguan dengar di samping kata-kata tidak terdengar dengan sempurna, saat-anak menirukan/mengucapkan kata-kata akan terdengar ditelinganya sendiri (‘auditory feedback’). Hal tersebut dapat mengakibatkan cara pengucapan/artikulasi, terutama huruf konsonan tertentu dan intonasi kata-kata tidak sempurna,” terangnya.

Sementara M. Pahala Hanafi Harahap mengatakan, masalah gangguan pendengaran pada anak disebabkan oleh masalah lingkungan dan masalah genetik.

“Penyebabnya bisa karena masalah ibu terkena virus saat hamil hingga kondisi prematur dan masalah lain,” ujarnya.

Deputy Direktur Kasoem Hearing Center, Trista Mutia Kasoem menambahkan, webinar profesional seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya, lanjut Trista, agar masalah gangguan pendengaran diketahui oleh dokter spesialis maupun dokter umum. Ketika ada masalah gangguan pendengaran, penderita bisa segera diberikan solusi seperti Alat Bantu Dengar atau Cochlear Implant.

Hal ini sesuai dengan visi misi Kasoem untuk berperan aktif dalam menanggulangi masalah gangguan pendengaran di Indonesia.

“Kami akan konsisten mengadakan program pelatihan dan edukasi untuk profesional secara terus-menerus untuk jadwalnya sendiri bisa dilihat di www.kasoemhearingcenter.com dan terlihat juga antusias dokter spesialis, dokter umum hingga perawat yang mengikuti webinar kali ini hingga 400 peserta,” ujarnya.

sumber : https://www.beritasatu.com/kesehatan/750809/pendengaran-anak-terganggu-perkembangan-bicara-pun-ikut-terhambat

Kasoem Hearing Center Konsisten Dukung Dokter Tangani Masalah Pendengaran

Kasoem Hearing Center Konsisten Dukung Dokter Tangani Masalah Pendengaran

Kasoem secara konsisten tetap memberikan dukungan penuh terhadap dokter dalam hal menangani masalah pendengaran.

“Harapannya Kasoem Hearing Center tetap menjadi bagian perjalanan perkembangan ilmu kedokteran, khususnya di bidang neurotologi dan audiologi,” ujar Managing Director Kasoem Hearing Center, Trista Mutia Kasoem, melalui keterangan tertulisnya saat menghadiri pembukaan acara Pertemuan Ilmiah Tahunan Otologi (PITO) XII secara daring, Rabu (2/6/2021).

Selain itu, kebutuhan alat pemeriksaan pendengaran yang dimiliki Kasoem sudah masuk ke E-katalog, sehingga lebih memudahkan instansi pemerintah dalam pengadaan barang, khususnya alat pemeriksaan pendengaran yang sesuai dengan kebutuhan.

Departemen Fakultas Kedokteran (FK) Telinga Hidung Tenggorokan (THT)-Kepala Leher (KL), Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya bekerja sama dengan Pengurus Pusat Perhimpunan Ahli Ilmu Penyakit THT Indonesia (Perhati)-Kepala Leher (KL), Kelompok Studi (Kodi) Otologi, Kodi Neurotologi, Kodi THT Komunitas dan Perhati-KL Cabang Malang, Jawa Timur menggelar pertemuan ilmiah tahunan yang dilakukan secara online.

Ketua Perhati-KL Cabang Malang, Jawa Timur, Dr. dr. H.Edi Handoko Sp.T.H.T.K.L.(K), FICS mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta ketrampilan terkini bagi dokter spesialis THT-KL di bidang otologi, neurotologi dan THT komunitas.

“Acara PITO XII ini perdana kami adakan secara online mulai 29-30 Mei 2021 (Workshop Pre Congress) dan pada 4-6 Juni 2021 (Congress),” katanya.

Pada acara ini, pihaknya akan tetap menyajikan plenary, simposium, accepted paper presentation, dan free paper presentation dengan pembicara dari dalam maupun luar negeri, para konsultan otologi maupun non otologi, para sejawat dokter spesialis THT-KL serta para program pendidikan dokter spesialis (PPDS) dengan topik Ear Problem Now and Future.

Jadi semua masalah THT-KL yang berhubungan dengan teliga akan dibahas secara tuntas. Sedangkan untuk acara pre kongres ada workshop Endoscopic Ear Surgery, Temporal Bone Dissection, Minimal Invasive Otologic Procedure (MIOP), Diagnosis and Management of Tinnitus and Hyperacusis, dan Sign Language & TKK PGPKT.

Selain itu panitia juga menyediakan bonus course Basic Otorhinolaryngologic Skill untuk dokter umum yang berpartisipasi dalam event ini.

 

source : https://indoposco.id/kasoem-hearing-center-konsisten-dukung-dokter-tangani-masalah-pendengaran/

Translate »