Kasoem Hearing Center Digandeng Kitabisa.com Donasikan Alat Bantu Dengar di Bandung

Kasoem Hearing Center Digandeng Kitabisa.com Donasikan Alat Bantu Dengar di Bandung

Bandung – Kasoem Hearing Center dipercaya Kitabisa.com untuk menyalurkan alat bantu dengar (ABD) kepada anak-anak yang membutuhkan. Kali ini, donasi diberikan pada lima anak-anak gangguan dengar di Kasoem Hearing Center cabang Buah Batu, Bandung, Jawa Barat.

Deputy Chief Executive Officer Kasoem Group Trista Mutia Kasoem mengatakan pemberian alat bantu dengar melalui Kitabisa.com ini sejalan dengan visi dan misi perusahaan. Bahwasanya, mereka yang menderita gangguan dengar berhak memiliki pendengaran normal.

“Kita bersyukur, Kasoem Hearing Center kembali dipercaya untuk menyalurkan donasi. Karena artinya, kita dapat memberikan pelayanan terbaik untuk mereka yang punya keluhan terkait gangguan dengar,” tutur Trista.

Baca juga: Kasoem Hearing Center Donasi 13 Alat Bantu Dengar dalam HUT ke-72 RSPAD Gatot Subroto

Menurut dia anak-anak gangguan dengar yang membutuhkan tidak hanya diberi alat bantu dengar secara simbolis. Tapi, anak-anak itu mendapat pelayanan pemeriksaan telinga dengan lengkap.

“Mulai dari Brain Evoked Response Auditory (BERA), fitting sampai alat bantu dengar dipasangkan di telinganya. Jadi, kita memberikan pelayanan sesuai dengan tagline Kasoem Hearing Center One Stop Solutions for All Hearing Problem,” ucapnya.

Pemeriksaan BERA Baihaqi Busrol Karim di Kasoem Hearing Center cabang Buah Batu.

Cerita Orang Tua

Elsa, salah satu orang tua penerima alat bantu dengar tak berhenti mengucap syukur atas donasi yang diberikan Kitabisa.com melalui Kasoem Hearing Center. Mengingat, selama ini ia berjuang mengumpulkan pundi-pundi rupiah sejak putranya, Rafi Muhamad Anbian divonis gangguan dengar sangat berat pada usia tiga tahun.

“Saat itu, dede melakukan tes BERA (Brain Evoked Response Auditory), katanya ada gangguan dengar telinga kanan 95 desibel dan kiri 100 desibel. Terus disarankan beli alat bantu dengar. Tapi, karena kendala dari biaya, dari usia tiga tahun saya nabung dulu,” ujar Elsa.

Selang dua tahun, ia berhasil mendapat pinjaman untuk membeli alat bantu dengar untuk satu telinganya. Sambil memasrahkan diri kepada Tuhan, tiba-tiba ia mendapat informasi dari Kasoem Hearing Center bahwa putranya mendapatkan alat bantu dengar untuk satu telinganya lagi.

“Saya mah nangis. Bener-bener nangis tuh, Ya Allah ini rezeki yang tak terkira. Kalau misalkan buat beli mah belum kepikiran, ini juga masih ngutang. Bahagia semua juga, ahamdulillah rezeki dede, kaya mimpi,” ujar Elsa.

Cita-cita Elsa tidak muluk-muluk. Ia berharap donasi alat bantu dengar dari Kitabisa.com melalui Kasoem Hearing Center ini dapat membuat putranya mendengar dengan dua telinga lebih baik.

Penyerahan alat bantu dengar kepada orang tua Tania Silvia Anjani di Kasoem Hearing Center cabang Buah Batu, Bandung, Jawa Barat, Kamis, 23 Juni 2022.

Senada dengan Elsa, Seli, orang tua dari Tania Silvia Anjani turut merasakan kebahagiaan tersebut. Meski sempat tak percaya, ia benar-benar meras senang. Karena, perjuangannya mengumpulkan biaya dari hasil suaminya bekerja sebagai kuli bangunan, didengar Tuhan. Putrinya, mendapat alat bantu dengar dari uluran tangan orang baik.

“Seneng, malahan pas ada chat jadi kaget. Sebelum dibales tuh di ss dulu, ditanyain ke orang-orang, ini benar apa enggak. Enggak bisa ngomong apa-apa, kaget. Seneng. Saking senengnya, enggak nyangka,” tutur Seli.

Baca juga: Event Parents Power, Kasoem Hearing Center Kolaborasi dengan Komunitas Gangguan Dengar di Semarang

Harapannya sama seperti orang tua lainnya, ia ingin Tania bisa melanjutkan pendidikan. Bukan masuk ke sekolah khusus, melainkan ke sekolah umum sama dengan anak dengan pendengaran normal lainnya. 

“Pengen sama lah kaya anak yang lainnya, yang normal. Pengen bisa sekolah juga enggak ke SLB. Baru dengernya saja sudah sedih, apalagi ngeliat anak masuk ke SLB. Pengennya mah ke sekolah umum,” ucapnya.

Selain Rafi dan Tania, tiga anak penerima alat bantu dengar adalah Rizal Muhammad, Qori Tanisha Indrani, dan Baihaqi Busrol Karim. Donasi alat bantu dengar diberikan di Kasoem Hearing Center cabang Buah Batu, Kamis, 23 Juni 2022. Alat bantu dengar yang diberikan adalah tipe Super Power untuk anak dengan masalah gangguan dengar sangat berat. (nhn)

Kasoem Hearing Center Donasi 13 Alat Bantu Dengar dalam HUT ke-72 RSPAD Gatot Subroto

Kasoem Hearing Center Donasi 13 Alat Bantu Dengar dalam HUT ke-72 RSPAD Gatot Subroto

Jakarta – Kasoem Hearing Center mendonasikan alat bantu dengar (ABD) kepada 13 orang yang membutuhkan. Penyaluran donasi bekerjasama dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

Donasi diberikan dalam acara “Seremonial Pemberian Donasi Alat Bantu Dengar, Operasi Sumbing Bibir, dan Pemberian Kacamata Baca” untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 RSPAD Gatot Soebroto di Auditorium dr. R.M. Partomo Lt. VI Gedung Prof. Dr. Satrio, Jakarta, Kamis, 30 Juni 2022.

Deputy Chief Executive Officer Kasoem Group Trista Mutia Kasoem mengatakan donasi alat bantu dengar adalah bentuk komitmen perusahaan untuk menangani masalah gangguan dengar mulai dari anak-anak, dewasa hingga orang tua lanjut usia (lansia).

“Sejak Kasoem Hearing Center berdiri hingga sekarang, tujuan Kami satu, bisa membantu orang yang mengalami gangguan pendengaran untuk kembali mendengar, seperti orang dengan pendengaran normal,” tutur Trista.

Foto bersama dengan penerima alat bantu dengar dalam Peringatan HUT ke-72 RSPAD Gatot Subroto. (Dok. Kasoem Hearing Center)

Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto Mayor Jenderal TNI Lukman Ma’ruf menyambut baik donasi alat bantu dengar dari Kasoem Hearing Center. Pasalnya, kata dia pihaknya selama ini juga concern untuk mengatasi permasalahan gangguan dengar sensorineural.

“Indera pendengaran dan penglihatan adalah salah satu anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia yang sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup manusia. Sehingga, apabila terganggu akan menimbulkan dampak dari segi psikologis, pengetahuan, dan keterampilan maupun sosial kemasyarakatan,” tutur Lukman.

Penerima donasi alat bantu dengar terdiri dari keluarga anggota RSPAD Gatot Soebroto, siswa sekolah luar biasa (SLB), purnawirawan, dan pensiunan serta masyarakat sekitar. Mereka bersyukur mendapatkan bantuan berupa alat bantu dengar. Karena, selama ini mereka memang membutuhkan alat bantu dengar untuk membantu meningkatkan kualitas hidupnya.

“Terima kasih Kasoem Hearing Center. Semoga alat bantu dengar yang diberikan membantu saya mendengar lebih baik,” katanya. (nhn)

Tebar Kebaikan di Ramadhan, Kasoem Vision Care Donasikan Kacamata Gratis

Tebar Kebaikan di Ramadhan, Kasoem Vision Care Donasikan Kacamata Gratis

Kasoem Vision Care memberikan donasi kacamata gratis kepada masyarakat kurang mampu yang berlangsung sejak 23 April hingga 2 Mei 2021. Kegiatan Brand Social Responsibility di Ramadan ini digelar di seluruh store Kasoem Vision Care.

Deputy Chief Executive Officer Kasoem Vision Care, Trista Mutia Kasoem mengatakan, momentum Ramadhan ini merupakan waktu yang tepat untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan sesuai dengan value company Kasoem Vision Care, yakni HELP (Harmony, Excellent in Science, Loyalty and Professional).

“Kegiatan ini akan kami lakukan secara rutin di seluruh cabang sekaligus memperkenalkan Kasoem Vision Care sebagai penyedia layanan Vision Care pertama dan satu-satunya di Indonesia,” katanya kepada media melalui keterangan tertulis, Selasa (4/5/2021).

Ia berharap, pada kegiatan ini para penerima donasi bisa mendapatkan penglihatan yang optimal dan bisa memberikan review terhadap layanan pemeriksaan mata yang lengkap dan berkelanjutan sekaligus mengenalkan tentang apa itu vision care dan bisa merasakan perbedaannya.

Pada momentum spirit Ramadan kali ini, Kasoem Vision Care menggandeng brand Hoya Lens Indonesia, untuk berkolaborasi dalam program ini.

Managing Director, Dodi Rukminto mengaku sangat senang bisa berpartisipasi dalam acara ini. Harapannya, acara ini bisa barokah dan bermanfaat untuk semuanya.

Di kondisi pandemi Covid-19 saat ini, banyak pihak yang melakukan aktivitas secara daring (online), mulai dari sekolah hingga kerja semuanya berhadapan dengan layar di gadget.

“Untuk itu, agar mata tetap terawat kami mempunyai campaign 20:20:20, yakni melihat layar selama 20 menit, wajib melihat 20 feet (6 meter) selama 20 detik. Dengan adanya tips tersebut diharapkan kesehatan mata kita menjadi tetap terjaga,” katanya.

 

source : https://nasional.sindonews.com/read/417748/15/tebar-kebaikan-di-ramadhan-kasoem-vision-care-donasikan-kacamata-gratis-1620111950

Kasoem Hearing Donasi Alat Bantu Dengar ke Masyarakat Tidak Mampu

Kasoem Hearing Donasi Alat Bantu Dengar ke Masyarakat Tidak Mampu

Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak 1989, Kasoem Hearing Center memiliki komitmen yang besar untuk membantu dan memberikan solusi terhadap masalah gangguan pendengaran bagi masyarakat di Indonesia.

Deputy Chief Executive Officer Kasoem Hearing Center, Trista Mutia Kasoem menjelaskan, saat ini pihaknya memberikan donasi alat bantu dengar kepada masyarakat yang membutuhkan. Utamanya bagi mereka yang tidak mampu.

“Dengan donasi ini, harapannya Kasoem bisa menjadi bagian penting dalam membantu pemerintah menanggulangi masalah gangguan pendengaran ini,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (9/3/2021).

Setidaknya, dengan upaya ini, masyarakat Indonesia dapat memperoleh solusi dalam mengatasi masalah pendengaran serta mendapatkan pelayanan terbaik dalam penanganan gangguan pendengaran yang dilakukan oleh tenaga profesional dan terstandarisasi serta ditunjang dengan peralatan diagnostik yang lengkap.

Sementara, Dr. Rosa Falerina Sp.THT KL, perwakilan dari Perhati cabang Jawa Timur Utara mengatakan, berdasarkan data dari Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terdapat sembilan provinsi di Indonesia dengan angka prevalensi gangguan pendengaran melebihi angka nasional (2,6 persen).

“Salah satu dari sembilan provinsi itu adalah Jawa Timur. Oleh karena itu, penting sekali deteksi gangguan pendengaran dan memberikan solusi untuk gangguan pendengaran dengan cara menggunakan alat bantu dengar,” katanya.

Dalam hal ini, Perhati cabang Jawa Timur Utara bekerja sama dengan Kasoem Hearing Center dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur. Harapannya, upaya ini bisa menjadi awal yang baik untuk membantu mengurangi masalah gangguan pendengaran, khususnya di Jawa Timur.

“Karena dampak yang ditimbulkan akibat gangguan pendengaran cukup luas dan berat jika tidak ditangani dengan tepat, yaitu mengganggu perkembangan kognitif, psikologi dan sosial,” jelasnya.

Untuk itu, kesadaran mengenai dampak gangguan pendengaran sangat penting untuk terus ditingkatkan agar masyarakat di Indonesia mengetahui solusi yang tepat untuk penanganan masalah gangguan pendengaran.

Untuk diketahui, hasil Riskesdas pada 2013 menunjukan, 2,6 persen penduduk Indonesia usia 5 tahun ke atas mengalami gangguan pendengaran, 0,09 persen mengalami ketulian, 18,8 persen ada sumbatan serumen, dan 2,4 persen ada sekret di liang telinga. Ini menunjukkan, gangguan pendengaran masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia.

 

source : https://indoposco.id/kasoem-hearing-donasi-alat-bantu-dengar-ke-masyarakat-tidak-mampu/

CSR Kasoem dan RTV: “Indahnya Berbagi”

CSR Kasoem dan RTV: “Indahnya Berbagi”

KEGIATAN CSR rutin yang dilakukan oleh RTV kali ini diselenggarakan di Jabon Mekar Parung Bogor, Jawa Barat. Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan pihak Essilor Indonesia dan Optik Kasoem Vision Care ini bertajuk ‘Indahnya Berbagi’. Kegiatan sosial sebagai wujud pertanggung jawaban perusahaan kepada masyarakat menyasar anak-anak usia sekolah dasar di Jabon Mekar Parung Bogor.

Kegiatan yang dimulai dengan pemeriksaan kesehatan mata dan kebutuhan lensa dimulai dari pagi pukul 09.00 WIB. Sebanyak 400 anak terkumpul dan mereka memang membutuhkan kacamata. Dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, para peserta wajib menerapkan gerakan 3M. Para peserta yang akan melakukan pemeriksaan wajib menggunakan hand sanitizer terlebih dahulu sebelum memasuki area pemeriksaan, menggunakan masker, dan menjaga jarak.

Tujuan kegiatan ini salah satunya untuk membantu anak- anak yang kurang mampu untuk dapat melihat lebih jelas laiknya mata normal. Keceriaan setelah pemeriksaan dirasakan para peserta di samping mendapatkan kacamata dan lensa, mereka juga mendapatkan goodiebag. “Harapan dari RTV untuk kegiatan CSR seperti ini tetap dapat berjalan walaupun pandemi Covid-19 belum usai, dan masyarakat lebih dekat dengan RTV akan program program unggulannya yang ramah anak dan keluarga,” ungkap Rori Hastomo Head Corporate Communication RTV. Sedangkan dari Essilor Indonesia mengungkapkan, “Dengan acara ini Essilor mengharapkan anak-anak yang berkebutuhan dan mata minus dapat teratasi dan terbantu.” Seperti disampaikan Riyadi, Area Sales Manager Essilor Indonesia. “Optik Kasoem Vision Care berkomitmen dalam kegiatan ini memberikan yang terbaik untuk anak- anak dalam pemeriksaan mata,” tutur Amar Ramdani, Marketing & Busines Development Manager Kasoem Vision Care. RTV juga menyatakan masih akan ada kegiatan CSR selanjutnya

Sumber : https://mediaindonesia.com/humaniora/393434/csr-rtv-indahnya-berbagi

Essilor Indonesia, Kasoem Gandeng BAZNAS Salurkan Donasi Kacamata Gratis

Essilor Indonesia, Kasoem Gandeng BAZNAS Salurkan Donasi Kacamata Gratis

Essilor Indonesia, pemilik brand International lensa terbaik menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Gerakan Sejuta Kacamata Gratis.” 

 

Bantuan yang disalurkan berupa donasi natura dan peliputan berupa kacamata

dengan nilai natura mencapai Rp. 111.000.000 yang diperuntukan proses pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis kepada 111 orang yang terdiri dari santri, peserta didik dan masyarakat umum yang merupakan pasien Rumah Sehat BAZNAS (RSB).

 

Simbolisasi penyerahan donasi tersebut dilaksanakan di Kantor Kasoem Vision Care Cabang Cikini Jakarta Pusat, Selasa (23/02) dengan dihadiri dengan dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan,

Nasional  Sales Manager Budhi Handoyo, Owner sekaligus Deputy CEO Optik

Kasoem Vision Care Trista Mutia Kasoem dan Deputy Director Corcom RTV Mirza Mustiko.

 

Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada BAZNAS. Menurut Rizal, dalam kondisi pandemi serba sulit seperti saat ini, dibutuhkan gotong royong berbagai pihak untuk bersama keluar dari krisis pandemi. Terutama membantu kalangan siswa, pelajar dan masyarakat umum yang tidak mampu karena terdampak pandemi.

 

“Dalam kondisi Covid, pasti kondisi ekonomi masyarakat Indonesia sangat menurun. Maka keberadaan Essilor Indonesia, Kasoem, RTV ini melengkapi BAZNAS. Kita bertemu karena visi yang sama. Mudah-mudahan kolaborasi ini berjalan terus dan kepercayaan yang diberikan dapat dijaga, sehingga benar-benar menjadi mitra strategis. Sekali lagi terima kasih kepada Essilor Indonesia yang telah memilih BAZNAS untuk menyalurkan bantuan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata ini,” kata Rizal.

 

Rizal menambahkan, penyaluran bantuan ini akan memperkuat program BAZNAS dalam memberikan layanan kesehatan terutama kepada masyarakat tidak mampu.

 

“Semoga kepercayaan ini bukan yang pertama dan terakhir dan menjadi tabungan para donatur di hari kemudian. Karena di balik satu kacamata ini akan sangat membantu bagi mereka yang betul-betul sangat membutuhkan,” tutur Rizal.

 

Rizal berharap, kolaborasi positif antara BAZNAS Essilor Indonesia, Kasoem dan RTB ini semakin berkembang sehingga bisa bersinergi di bidang lain, terutama dalam hal kesehatan untuk menyentuh mustahik mendapatkan layanan kesehatan.

 

Dia memastikan pendistribusian bantuan ini akan tepat sasaran untuk orang-orang yang membutuhkan.

 

“Bantuan ini tentu saja akan membantu lebih banyak lagi sehingga bisa menjangkau para siswa, pelajar dan masyarakat tidak mampu yang lebih luas,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Nasional Sales Manager Budhi Handoyo, menyebut pihaknya menggandeng BAZNAS dalam penyaluran donasi ini karena kepercayaan yang tinggi kepada BAZNAS.

 

“Ini adalah upaya kita bersama untuk membantu masyarakat yang tengah kesulitan karena pandemi Covid-19. Efek dari pandemi yang belum selesai ini banyak sekali salah satunya penurunan daya beli, ekonomi yang tidak stabil bahkan ada beberapa saudara kita yang harus dirumahkan bahkan terkena PHK. Salah satu kebutuhan saat ini adalah kesehatan mata, dimana mata adalah alat indera yang utama untuk melihat. Untuk itu kami bekerjasama dengan BAZNAS dalam penyalurannya karena BAZNAS punya rumah sakit,” tutur Budhi.

 

Dia pun berharap, kolaborasi yang dilakukan dapat terus berjalan serta dapat mendorong berbagai pihak lain untuk menebarkan kebaikan di tengah pandemi.

 

Budhi Handoyo mengatakan penyaluran donasi ini mulai dilakukan pada 11 Februari 2021 melalui RSB kepada 111 anak-anak dan remaja yang masih bersekolah. Mereka menjalani pemeriksaan di cabang-cabang terdekat dari Optik Kasoem Vision Care Jabodetabek.

 

“Proses pemeriksaan kesehatan mata dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dimana setiap harinya kita batasi berjumlah 10 anak, dan tentunya wajib melakukan gerakan 3M. Peralatan yang tersedia di Optik juga selalu diseterilkan sebelum pemeriksaan,” ungkapnya.

 

Sementara siswa dan pelajar yang menerima bantuan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat mulia ini.

 

“Kami yang tadinya belum dapat membeli sebuah kacamata yang layak akhirnya dari Gerakan Sejuta Kacamata Gratis dapat memperoleh pemeriksaan yang akurat dan kacamata dan lensa yang membuat mata ini sehat kembali,” ungkap Fitri salah seorang siswa penerima bantuan kacamata gratis.

 

sumber : https://baznas.go.id/Press_Release/baca/Essilor_Indonesia,_Kasoem_Gandeng_BAZNAS_Salurkan_Donasi_Kacamata_Gratis/730

Translate »