Resmi Tersedia di Indonesia, Kasoem Hearing Center dan Coachlear Launching Baha 6 Max

Resmi Tersedia di Indonesia, Kasoem Hearing Center dan Coachlear Launching Baha 6 Max

Kabar gembira bagi pasien gangguan dengar pengguna bone-anchored hearing aid (Baha) di Indonesia. Kasoem Hearing Center resmi meluncurkan produk teranyar Cochlear, Baha 6 Max Sound Processor pada Sabtu, 28 Mei 2022 secara hybrid.

Hadir dalam launching, Alvin Andiheru selaku Indonesia Area Manager Cochlear menjelaskan teknologi terbaru dan keunggulan yang disematkan pada Baha 6 Max. Salah satunya, prosesor suara yang lebih kuat tujuh decibel (dB) dibandingkan dengan seri sebelumnya.

“Baha 6 Max memberi akses ke jangkauan suara yang lebih luas dan lebih dinamis dibandingkan dengan prosesor suara generasi sebelumnya,” kata Alvin di Cochlear Training & Experience Center (CTEC), Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Menurut dia fitur yang disematkan pada Baha 6 Max juga mendapat upgrade dari seri sebelumnya. Misalnya, perpanjangan bandwidth yang dapat meningkatkan pengenalan konsonan frekuensi tinggi, seperti F, S, atau K di lingkungan yang tenang dan bising.

Baha 6 Max juga memasang lampu indikator LED. Hal tersebut untuk membantu orang tua melihat, apakah prosesor suara Baha 6 Max yang terpasang pada anak-anak benar-benar sudah terhubung dan menyala.

Sementara itu, fitur sekaligus keunggulan lain Baha 6 Max adalah menjadi prosesor suara konduksi tulang pertama yang bisa melakukan streaming langsung untuk perangkat Android.Selain itu, Baha 6 Max menyematkan Audio Bluetooth Low Energy (LE).

Sehingga, pengguna dapat mendengar dan mendapatkan konektivitas serta streaming langsung ke gadget Apple dan Android. Di samping itu, baterai Baha 6 Max pun diklaim mampu hidup 87 persen lebih lama dibandingkan dengan Baha 5.

Baha 6 Max pun membawa beberapa fitur khusus untuk anak-anak, seperti Baha Smart App. Dengan fitur tersebut, orang tua dapat dengan mudah mengubah program, menyesuaikan volume, dan menemukan prosesor suara jika hilang.

Dalam kesempatan yang sama, pengguna Baha 5 Sidiq Habiba Aziz membagi pengalamannya menggunakan Baha 6 Max. Ia menuturkan kualitas suara yang didengar dari Baha 6 Max lebih bagus daripada seri sebelumnya.

“Baha 6 Max berbeda. Suara yang saya dengar lebih jelas. Selain itu, bentuknya Baha 6 kecil dan simple. Saya suka,” tutur siswa sekolah menengah pertama (SMP) itu.

Baha 6 Max adalah produk pertama yang memiliki berat paling ringan dan kecil di dunia. Produk ini sekarang sudah tersedia di Kasoem Hearing Center.

Untuk informasi lebih jelas, konsultasi lebih lanjut dengan menghubungi Customer Service atau datang ke cabang terdekat. Karena, selama periode Mei hingga Juli 2022 akan ada harga spesial untuk yang tertarik dengan Baha 6 Max serta free trial selama tiga hari.

Beatrix Purba Tampil di Ajang Cochlear Got Talent Asia Pasifik, Dapat Dukungan Kasoem Hearing Center

Beatrix Purba Tampil di Ajang Cochlear Got Talent Asia Pasifik, Dapat Dukungan Kasoem Hearing Center

Beatrix Purba mewakili Indonesia di ajang Cochlear Got Talent tingkat Asia Pasifik setelah sebelumnya menjuarai tingkat asia tenggara dan tingkat nasional. Ajang ini diakukan sampai dengan 13 Mei 2021 dengan melawan juara-juara dari negara Asia Pasific seperti Korea Selatan, India, dan Malaysia dan lain-lain.

Ajang online ini adalah acara pertama dan terbesar untuk anak-anak pengguna cochlear implant. Kasoem Hearing Center mendukung Beatrix Purba sebagai wakil dari Indonesia.

Managing Director Kasoem Hearing Center, Trista Mutia Kasoem mengaku senang Beatrix purba bisa membawa nama Indonesia ke kancah internasional.

“Yang patut diperhatikan adalah kami selaku hearing center pertama yang memiliki konsep one stop solution memiliki kewajiban atau komitmen agar anak-anak seperti Beatrix bisa meraih impian dan cita-cita mereka,” katanya kepada media, Senin (10/5/2021).

Beatrix Purba mewakili Indonesia di ajang Cochlear Got Talent tingkat Asia Pasifik setelah sebelumnya menjuarai tingkat asia tenggara dan tingkat nasional
Beatrix Purba mewakili Indonesia di ajang Cochlear Got Talent tingkat Asia Pasifik setelah sebelumnya menjuarai tingkat asia tenggara dan tingkat nasional (istimewa)

Tentu itu dilakukan dengan memberikan support agar mereka bisa seperti anak-anak normal lainnya. Dengan begitu, pihaknya mengajak untuk mendukung Beatrix dengan ikut memberikan vote kepada Beatrix di halaman page Facebook cochlear Asia Pasific hingga 13 Mei 2021 dan tunjukan bahwa anak-anak Indonesia dengan gangguan dengar bisa bebas mendengar, bebas berbicara dan bisa meraih mimpi mereka.

Di video lomba itu Beatrix purba terlihat sangat piawai memainkan piano dan bernyanyi, yang seharusnya untuk anak dengan gangguan dengar akan sulit untuk dilakukan.

Alhasil, pada lomba CGT itu, Beatrix berhasil menjadi juara tingkat pertama dan kedua hingga saat ini babak final di tingkat Asia Pasific. Ini menjadi bukti bahwa solusi gangguan pendengaran seperti cochlear implant berperan penting untuk perkembangan bicara anak dengan gangguan dengar.

Orang tua Beatrix, dr. Anggy Rajagukguk sempat kaget karena video beatrix viral di sosial media, “Ya anak saya dari lahir didiagnosa gangguan dengar berat,” ujar dr Anggie, ibu Beatrix saat dikonfirmasi, akhir pekan kemarin.

Beatrix sendiri baru diketahui mengalami gangguan pendengaran berat yang saat berusia 1 tahun. Untuk bisa tetap beraktivitas normal, ia menggunakan alat bantu dengar dan melakukan operasi cochlear implant atau rumah siput di usia 1 tahun 10 bulan. proses panjang perjuangan orang tuanya terlihat jelas di video tersebut.

Mulai dari terapi bicara, mapping hingga pengorbanan ibunya yang seorang dokter harus berhenti bekerja agar buah hatinya bisa berbicara dan mendengar seperti anak normal pada umumnya.

Namun, siapa sangka, dengan keterbatasan tersebut, semangat Beatrix untuk berprestasi tetap tak terbendung. Saat ini, Beatrix mewakili Indonesia pada ajang perlombaan di tingkat internasional.

“Jujur sangat kaget sekaligus bangga, karena saya tidak menyangka Beatrix bisa ikut lomba fase ke 3 yang mewakili Indonesia di perlombaan Cochlear Got Talent (CGT) se-Asia Pasific,” katanya.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Beatrix Purba Tampil di Ajang Cochlear Got Talent Asia Pasifik, Dapat Dukungan Kasoem Hearing Center, https://jakarta.tribunnews.com/2021/05/10/beatrix-purba-tampil-di-ajang-cochlear-got-talent-asia-pasifik-dapat-dukungan-kasoem-hearing-center.

Pendengaran Anak Terganggu, Perkembangan Bicara Pun Ikut Terhambat

Pendengaran Anak Terganggu, Perkembangan Bicara Pun Ikut Terhambat

Indra pendengaran sangat berpengaruh besar proses perkembangan bicara anak. Jika pendengaran anak terganggu, perkembangan bicara anak bisa terhambat.

Hal itu dikatakan Dokter Spesialis Telinga, Hidung Tenggorokan-Bedah Kepala Leher Siti Faisa Abiratno dalam Webinar Profesional bertema “Penatalaksanaan Gangguan Dengar pada Anak” yang diselenggarakan oleh Perhati KL Cabang Sumatera Utara dan Kasoem Hearing Center.

“Terkadang orangtua beralasan anak belum bisa bicara karena belum waktunya atau karena lidahnya pendek. Ini yang menyebabkan penanganan terlambat,” ujar Siti dalam rilis yang diterima SP, Kamis (25/3).

Menurut Siti Faisa, faktor pendukung proses perkembangan bicara anak adalah masuknya stimulus kata-kata atau kalimat di telinga yang diteruskan via jalur saraf pendengaran ke pusat pendengaran di otak.

“Di sini suara atau kata-kata di interpretasi dan disimpan untuk dasar perkembangan berbicara lebih lanjut,” ujarnya.

Siti mengatakan masalah kemampuan mendengar merupakan hal yang penting dalam perkembangan proses berbicara pada anak. Dimulai dengan anak faham apa yang didengar. Masalah gangguan dengar pada anak sering tidak disadari oleh para orangtua.

“Anak yang kurang responsif terhadap bunyi di sekitar atau apabila dipanggil tidak respons, dianggap oleh karena anak ‘cuek’ padahal kemungkinan ada masalah kurang dengar,” tambah Siti.

Siti Faisa yang juga menjadi dokter konsultan di Kasoem Hearing Center mengungkapkan, perkembangan bicara anak dapat juga dipengaruhi oleh status mental, kesehatan anak dan lingkungan. Anak yang sering dirawat di rumah sakit karena sakit, bisa menghambat perkembangan bicara pada anak.

“Jadi masalah gangguan dengar bukan saja input pendengaran yang terganggu, tetapi juga masalah ‘auditory feedback’. Masalah gangguan dengar di samping kata-kata tidak terdengar dengan sempurna, saat-anak menirukan/mengucapkan kata-kata akan terdengar ditelinganya sendiri (‘auditory feedback’). Hal tersebut dapat mengakibatkan cara pengucapan/artikulasi, terutama huruf konsonan tertentu dan intonasi kata-kata tidak sempurna,” terangnya.

Sementara M. Pahala Hanafi Harahap mengatakan, masalah gangguan pendengaran pada anak disebabkan oleh masalah lingkungan dan masalah genetik.

“Penyebabnya bisa karena masalah ibu terkena virus saat hamil hingga kondisi prematur dan masalah lain,” ujarnya.

Deputy Direktur Kasoem Hearing Center, Trista Mutia Kasoem menambahkan, webinar profesional seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya, lanjut Trista, agar masalah gangguan pendengaran diketahui oleh dokter spesialis maupun dokter umum. Ketika ada masalah gangguan pendengaran, penderita bisa segera diberikan solusi seperti Alat Bantu Dengar atau Cochlear Implant.

Hal ini sesuai dengan visi misi Kasoem untuk berperan aktif dalam menanggulangi masalah gangguan pendengaran di Indonesia.

“Kami akan konsisten mengadakan program pelatihan dan edukasi untuk profesional secara terus-menerus untuk jadwalnya sendiri bisa dilihat di www.kasoemhearingcenter.com dan terlihat juga antusias dokter spesialis, dokter umum hingga perawat yang mengikuti webinar kali ini hingga 400 peserta,” ujarnya.

sumber : https://www.beritasatu.com/kesehatan/750809/pendengaran-anak-terganggu-perkembangan-bicara-pun-ikut-terhambat

Translate »